Wednesday, 6 May 2020

Guru Di Tengah Badai Pandemi Covid_19

Badai pandemi COVID - 19  melanda di awal tahun 2020. Melanda Indonesia bahkan dunia.    Dunia terkejut dengan terjadinya Badai Pandemi  yang disebabkan oleh sebuah virus atau yang terkenal dengan istilah COVID 19. COVID 19  dari singkatan Corona Virus diseases 19.  Dampak badai COVID - 19 sungguh luar biasa. Semua sektor kehidupan mengalami perubahan untuk mengatasi penyebaran pandemi covid - 19.  Bidang pendidikan merupakan salah satu sektor terdampak badai pandemi COVID_19.

Rumitnya penangan  wabah ini  setiap negara memiliki protokol penangan yang berbeda-beda.  Pemerintah Indonesia  dalam mengatasi  wabah COVID - 19 dengan menerapkan kebijakan yang ketat.   Kebijakan tersebut dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran COVID - 19. Pemerintah Indoeneia dalam hal ini dengan menetapkan PSBB. PSBB merupakan PSBB adalah singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar. Pembatasan ini tentu dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan di semua sektor kehidupan. Namun tidak ada pilihan lain, hanya cara inilah yang paling efektif.  Pembatasan ini tentu memiliki dampak yang luar biasa.  


PSBB Pembatasan Sosial  Berskala Besar  sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.   Sektor ekonomi sangat terdampak  dalam kehidupan di masyarakat, karena menyentuh semua lapisan kehidupan di masyarakat.  Tersendatnya laju ekonomi mengakibatkan kurangnya terpenuhi kebutuhan primer masyarakat.  Betapa beratnya pemerintah atau negara Indonesia harus memenuhi  dan menanggung semua kebutuhan primer warganya. Dengan semangat persatuan Indonesia dan gotong royong bangsa Indoensia mampu mengatasi badai pandemi COVID - 19.

Dampak luar biasa juga terjadi di bidang pendidikan. Keputusan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran  COVID - 19 dengan melaksanakan proses belajar mengajar dengan daring atau dalam jaringan.  Memindahkan proses belajar mengajar di sekolah ke rumah. Pelaksanaan daring diharapkan diselenggarkan secara bijak,   ramah dan dengan suasana menyenangkan.Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta dapat memilih  dan memanfaatkan berbagai sistem aplikasi yang dapat diterima oleh siswa.

Terkejut, gagap  dan gugup.  Proses belajar mengajar dari tatap muka beralih atau berubah ke daring membutuhkan  penguasan tehnologi sebagai media daring,  Banyak penelitian dan fakta di lapangan tentang rendahnya kompetensi guru di bidang tehnologi pendidikan.  Masih adanya penyakit gaptek gagap tehnologi yang harus segera disembuhkan, untuk meningkatkan  mutu pendidikan  di Indonesia. Sebaik apapun kurikulumnya tanpa guru yang handal dan memiliki kompetensi niscaya hasilnya tidak optimal.  The man behind the Gun. 
Adanya 
Badai COVID - 19   selain memiliki dampak negatif  tetapi juga memiliki dampak positif di bidang pendidikan.  Mau tidak mau, siap tidak siap, guru harus tetap membimbing, mendidik dan mengajar bagis siswanya.  Guru harus tetap di garis depan dalam proses belajar mengajar. Harus kita akui sebelum  badai pandemi COVID - 19  terjadi  tidak semua guru  melek tehnologi, Masih ada guru gaptek atau gagap tehnologi. Perubaan dari proses belajar mengajar tatap muka ke proses belajar mengajar daring memacu dan sedikit memaksa guru  untuk mengusai tehnologi.  

Ikatan Guru Indonesia (IGI), Koordinator Komunitas Virtual Indonesia (KKVI), Matematika Nusantara (MN), dan e guru. adalah lembaga sosial masyarakat yang berbagi ilmu tentang tehnologi pendidikan. Tetapi juga aplikasi-aplikasi yang mendukung pbm bersifat daring. Sebelum badai COVID-19 datang masih ada guru  yang enggan untuk belajar, Seribu satu  alasan  untuk meningkatkan kompetensinya.   Adanya perubahan sisten KBM.  ke daring banyak guru mengikuti  kegiatan diklat online.  Kegiatan daring ini diikuti oleh guru-guru di seluruh indonesia.  Tentu hal ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penguasaan tehnologi pendidikan, Semoga setelah badai pandemi COVID - 19 berlalu,  penguasaan Tehologi yang dimiliki dalam diklat-diklat   semakin  meningkatkan  pendidikan  di  Indonesia.  

3 comments: