Rumitnya penangan wabah ini setiap negara memiliki protokol penangan yang berbeda-beda. Pemerintah Indonesia dalam mengatasi wabah COVID - 19 dengan menerapkan kebijakan yang ketat. Kebijakan tersebut dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran COVID - 19. Pemerintah Indoeneia dalam hal ini dengan menetapkan PSBB. PSBB merupakan PSBB adalah singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar. Pembatasan ini tentu dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan di semua sektor kehidupan. Namun tidak ada pilihan lain, hanya cara inilah yang paling efektif. Pembatasan ini tentu memiliki dampak yang luar biasa.
PSBB Pembatasan Sosial Berskala Besar sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Sektor ekonomi sangat terdampak dalam kehidupan di masyarakat, karena menyentuh semua lapisan kehidupan di masyarakat. Tersendatnya laju ekonomi mengakibatkan kurangnya terpenuhi kebutuhan primer masyarakat. Betapa beratnya pemerintah atau negara Indonesia harus memenuhi dan menanggung semua kebutuhan primer warganya. Dengan semangat persatuan Indonesia dan gotong royong bangsa Indoensia mampu mengatasi badai pandemi COVID - 19.
Dampak luar biasa juga terjadi di bidang pendidikan. Keputusan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID - 19 dengan melaksanakan proses belajar mengajar dengan daring atau dalam jaringan. Memindahkan proses belajar mengajar di sekolah ke rumah. Pelaksanaan daring diharapkan diselenggarkan secara bijak, ramah dan dengan suasana menyenangkan.Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta dapat memilih dan memanfaatkan berbagai sistem aplikasi yang dapat diterima oleh siswa.
Terkejut, gagap dan gugup. Proses belajar mengajar dari tatap muka beralih atau berubah ke daring membutuhkan penguasan tehnologi sebagai media daring, Banyak penelitian dan fakta di lapangan tentang rendahnya kompetensi guru di bidang tehnologi pendidikan. Masih adanya penyakit gaptek gagap tehnologi yang harus segera disembuhkan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sebaik apapun kurikulumnya tanpa guru yang handal dan memiliki kompetensi niscaya hasilnya tidak optimal. The man behind the Gun.
Adanya
Badai COVID - 19 selain memiliki dampak negatif tetapi juga memiliki dampak positif di bidang pendidikan. Mau tidak mau, siap tidak siap, guru harus tetap membimbing, mendidik dan mengajar bagis siswanya. Guru harus tetap di garis depan dalam proses belajar mengajar. Harus kita akui sebelum badai pandemi COVID - 19 terjadi tidak semua guru melek tehnologi, Masih ada guru gaptek atau gagap tehnologi. Perubaan dari proses belajar mengajar tatap muka ke proses belajar mengajar daring memacu dan sedikit memaksa guru untuk mengusai tehnologi.
Ikatan Guru Indonesia (IGI), Koordinator Komunitas Virtual Indonesia (KKVI), Matematika Nusantara (MN), dan e guru. adalah lembaga sosial masyarakat yang berbagi ilmu tentang tehnologi pendidikan. Tetapi juga aplikasi-aplikasi yang mendukung pbm bersifat daring. Sebelum badai COVID-19 datang masih ada guru yang enggan untuk belajar, Seribu satu alasan untuk meningkatkan kompetensinya. Adanya perubahan sisten KBM. ke daring banyak guru mengikuti kegiatan diklat online. Kegiatan daring ini diikuti oleh guru-guru di seluruh indonesia. Tentu hal ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penguasaan tehnologi pendidikan, Semoga setelah badai pandemi COVID - 19 berlalu, penguasaan Tehologi yang dimiliki dalam diklat-diklat semakin meningkatkan pendidikan di Indonesia.
mantap pak..lanjutkan!!
ReplyDeleteTerima kasih, baru belajar. Terima kasih telah berkunjung
ReplyDeleteTerus semangat pak 😊
ReplyDelete